UPBJJ-UT SEBUAH
SOLUSI ALTERNATIF ; KULIAHNYA CALON GURU PROFESIONAL
Pertumbuhan penduduk yang meningkat dan perkembangan ekonomi
serta teknologi, membawa dampak perubahan dalam pendidikan di seluruh dunia
termasuk di Indonesia.Contoh inovasi yang mengiringi perubahan tersebut adalah
dengan dibukanya kelas internasional, dibukanya cabang institusi besar di
beberapa negara, diversifikasi bidang ilmu yang diselenggarakan sesuai minat
komunitas lokal, dan lain-lain.
Pendidikan merupakan salah satu faktor determinan kualitas
SDM.Akses setiap guru untuk meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti
perkuliahan di pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya karena pendidikan
merupakan hak asasi warga negara. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan,
mengadaptasi dan menyebarkan ilmu pengetahuan.Sistem pendidikan terbuka dan
jarak jauh (PTJJ) merupakan sistem yang menggabungkan konsep pendidikan terbuka
dengan metode pendidikan secara jarak jauh.Konsep pendidikan terbuka (open
education atau open learning). Dan UPBJJ merupakan inovasi komprehensif dalam
sejarah modern pendidikan. Pada
dasarnya merupakan suatu tujuan atau cita-cita kebijakan mengenai sistem
pendidikan. Konsep ini menekankan pentingnya keluwesan sistem, terutama dalam
meniadakan kendala tempat, waktu, dan aspek yang disebabkan oleh karakteristik
mahasiswa seperti misalnya keadaan ekonomi (Bates, 1995).
Perkembangan pemikiran tentang UPBJJ sebagai
alternatif metode pendidikan, perkembangan ideologi mengenai pentingnya
interaksi dalam PJJ untuk menjamin kualitas pendidikan yang tinggi, serta
pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat yang
memungkinkan tercapainya suatu sistem pendidikan tanpa restriksi dan oleh
karenanya menjadi lebih terbuka. Apapun bentuk program yang diselenggarakan, syarat utama
agar program-program tersebut memenuhi kebutuhan/selera pasar adalah masalah
ketersediaan dan kemudahan akses.Namun hal ini bukanlah tanpa kendala.Kendala
terbesar adalah masalah biaya sebagai contoh pasar di suatu tempat membutuhkan
adanya program studi tertentu misalnya teknologi informasi tetapi institusi
pendidikan lokal tidak memiliki program tersebut. Biaya tinggi tersebut
diakibatkan oleh komponen-komponen seperti Sumber Daya Manusia yang harus
didatangkan dari daerah lain, sarana prasarana, penyerapan teknologi (melalui
pelatihan-pelatihan dll), perawatan/operasional, dan lain-lain.Teknologi komunikasi yang semakin
pesat dan murah dapat dijadikan salah satu alternatif solusi untuk memecahkan
permasalahan di atas.Pada contoh di atas permasalahan dapat diatasi dengan
pendidikan jarak jauh dengan mengurangi frekuensi tatap muka.Hal ini pernah
dilakukan di Indonesia melalui Universitas Terbuka.
UPBJJ-UT SEBAGAI
ALTERNATIF PENDIDIKAN
Perkembangan dunia ini telah menumbuhkan keperluan terhadap digunakannya
pendekatan pendidikan lain disamping pendekatan konvensional tatap muka.
Pendidikan lain itu adalah Unit Program Jarak Jauh (UPBJJ) yang pada mulanya hanya dikenal dengan
satu nama, yaitu pendidikan korespondensi. Pendidikan ini biasanya muncul
sebagai hasil dari kebutuhan khusus yang berhubungan dengan pendidikan umum,
pelatihan, pengembangan profesi,atau kebutuhan kelompok. Sasaran didik
pendidikan korespondensi beragam menurut negara, lokasi, kebutuhan, dan jasa.
Ada beberapa istilah yang selama ini digunakan didalam pendidikan korespondensi
yaitu, belajar mandiri, pendidikan terbuka, UPBJJ, dan lain – lain. Bahasa
tulisannya pada umumnya merupakan media yang paling sering digunakan. Beberapa
mata pelajaran menggunakan buku, sedangkan mata pelajaran lain menggunakan
kaset atau radio atau kombinasi dari buku dan kaset. Dalam sisitem UPBJJ
terdapat beberapa subsistem penting seperti: pengembangan bahan ajar,
reproduksi bahan ajar, distribusi, media komunikasi, pengujian, siswa, kegiatan
instruksional, logistik dan jaminan kualitas
Sehingga sekarang PJJ telah
berkembang dan dijadikan sebagai salah satu universitas bagi mahasiswa yang
memiliki sebuah profesi.karena hal ini merupakan solusi alternative dalam
pengertian kuliah tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai guru.
MENGAPA UPBJJ-UT SEBAGAI KULIAHNYA GURU PROFESIONAL
Beberapa ahli telah mencoba mendefinisikan PJJ menurut sudut
pandang masing–masing. Menurut Wilbur Schramm (1981:1) PJJ ialah
pengajaran jarak jauh menggunakan media komunikasi untuk memperluas kesempatan
belajar diluar ruang kelas dan kampus, sehingga dimungkinkan terjadinya
patungan keahlian mengajar secara lebih luas dibandingkan dengan apa yang dapat
dilakukan oleh guru dan sekolah mana pun. Tiga tokoh lain ,Mackenzie,
Postage, dan Schupham (1975:15). PJJ adalah suatu ide menciptakan kesempatan belajar bagi
orang-orang yang terhalang untuk memasuki sekolah biasa, karena berbagai alasan
seperi keterbatasan memperoleh pendidikan formal, keterbatasan lowongan tempat
duduk, keterbatasan biaya, tinggal didaerah terpencil, bekerja dan kebutuhan
lainnya.
Pengunaan bahan cetak merupakan unsur utama daam kebanyakan
sistem UPBJJ, namun UPBJJ tidak boleh disamakan sebagai pendidikan surat –
menyurat. Dalam dasawarsa terakhir UPBJJ J banyak menggunakan media
instruksional seperti,
radio, TV, pita video, telepon, dan
komputer bersama-sama dengan bahan cetak. Dengan cara tersebut, UPBJJ dapat
menggantikan dengan baik bagian terbesar pengajaran tatap muka konvensional. Bentuk UPBJJ lama yang
masih bertahan hingga sekarang ialah pendidika dengan korepondensi yang sangat
mengandalkan media cetak. Nekwenya
(1984:203) mengemukakan
6 gambaran pokok UPBJJ yaitu:
1. Adanya dua atau lebih pihak yang
mengadakan kontak melalui sistem kendali jarak jauh.
2. Adanya hubungan tatap muka satu-satu
dengan siswa dalam bentuk bantuan, bimbingan, dan pelatihan individual.
3. Adanya suatu komunikasi duaarah yang
teroganisasi untuk menghubungkan dua tempat atau lebih yang berjauhan.
4. Tidak didominasi oleh pengajaran
tatap muka.
5. Menggunakan aspek-aspek komunikasi,
sosial, dan pedagogi.
6. Menuntut disiplin diri yang tinggi
dan kegiatansiswa yang maksimum untuk berhasil.
Dalam penerapannya dalam proses
UPBJJ melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan non formal;
1. Penerapan UPBJJ bagi Pendidikan
Nonformal
Jenis-jenis
pendidikan nonformal yang ditawarkan melalui program jarak jauh benar-benar
sangat luas dan membuat kesempatan yang leluasa bagi masyaraat untuk terus
memperbaharui dan menambah pengetahuan dan ketrampilan sesuai minat dan
kebutuhan hidupnya. UPBJJ merupakan jalan keluar yang dapat ditempuh daripada
membangun lebih banyak lembaga pendidikan di daerah-daerah. UPBJJ sendiri
mempunyai ciri bahwa guru dan siswa terpisah sehingga mengharuskan penggunaan
media untuk memungkinkan proses belajar-mengajar tetap berlangsung.
2. Penerapan UPBJJ bagi pendidikan
formal
Dalam
perkembangannya sampa saat ini lebih banyak lagi ragam program yan diajarkan dengan sistem UPBJJ, tidak hanya
program yang bersifat pengetahuan kognitif tetapi juga program yang menghendaki
pengembangan kemampuan kognitif tingkat tinggi dan keterampilan motorik pada tingkat sarjana
maupun pasca sarjana. Ini semua menunjukkan bahwa UPBJJ mampu menawarkan
program yang melibatkan praktik sebab konsep memang lebih dari sekedar konsep
korespndensi.
Bahan
ajar yang digunakan dalam UPBJJ adalah bahan ajar yang berkualitas yang
meliputi :
a. Jenis bahan ajar dapat dikembangkan
Pengajaran
ketrampilan dapat terdiri dari atas dua bagian.Pertama adalah piringan dan
pengajaran. Untk memberikan hal ini pita atau piringan video sangat penting
meskipun mahal, cara belajar seperti ini membuat para siswa dapat meliht guru
yang ia inginkan daripada harus menunggu sampai dapat bertatap muka. Kedua
adalah perlunya siswa melakukan praktik. Hal ini yang sering dipandang sebagai
kesulitan utama dalam suatu sistem UPBJJ yang diartikan secara sempit, yaitu
terbatas pada korespondensi saja. Bahan ajar untuk UPBJJ, umpamanya ketiadaan
seorang tutor dapat diatasi dengan sejumlah media antara lain: Siaran radio,
televisi, kaset, piringan audio, piringan video, sisitem satelit, slides,
komputer besar, pengajaran melalui telepon, teks jarak jauh, faks, dan kita percobaan rumah.
b. Pencetakan
Bahan Ajar
Pencetakan
dapat dilakukan
oleh lembaga sendiri,perusahaan yang dikontrak, perusahaan percetakan
pemerintah atau peretakan swasta. Suatu paduan, keduanya juga akan
menguntungkan. Bahan cetakan dengan rancangan, tata letak, halaman dan
penggunaan gambar dan diagram yang baik sama pentingnya dengan penyajian
program televisi.
Manajemen
UPBJJ sangat berkualitas : pengelola diambil langsung berkaitan dengan
manajemen pendidikan pemerintahan, ruang lingkup penanganannya meliputi:
Kebutuhan Manejemen Kualitas
Manajemen kualitas mengupayakan setiap
kegiatan penyelenggaraan UPBJJ didasarkan atas perencanaan,
pelaksanaan,monitoring dan evaluasi yang sistematik, menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjamin kualitas.
Demikian pula, agar dapat menyelenggarakan program serta menyajikan kegiatan
instruksional yang berkualitas, UPBJJ perlu direncanakan, dimonitor, dan
evaluasi yang baik.Perencanaan UPBJJ meliputi tiga periode yaitu, periode perumusan
konseptual, periode pengembangan dan periode pematangan. Manejemen kualitas UPBJJ
dimulai dai perencanaan yang cermat, rinci dan sistematik.
Kualitas UPBJJ
meliputi produk, proses, dan filsafat UPBJJ itu sendiri Kualitas produk
meliputi, bahan ajar, jumlah lulusan, persentase kelulusan ujian, alumni yang
mengikuti studi lanjut, alumni yang mendapatkan pekerjaan tau promosi. Kualitas
proses meliputi, proses pembeljaran, bimbingan bagi peserta didik, konseling,
koordinasi pengembangan bahan ajar, produksi bahan ujian, penjadwalan tutorial,
distribusi bahan ajar dan penyiaran melalui media massa. Kualitas filsafat yang
berkaitan dengan visi dan misi lembaga, kebijakan lembaga, budaya kerja, serta
citra publik yang bersangkutan.Jaminan kualitas bukan suatu upaya untuk
menciptakan kualitas, tetapi merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas secara
menyeluruh, sistematik dan berkelanjutan.
Biaya Tidak Mahal
Masalah biaya
pendidikan UPBJJ yang tidak mahal adalah salah satu alasan orang memilih UPBJJ
adalah karena ingin menghemat biaya. Sedikitnya ada lima alasan yang membuat
orang menduga seperti itu, pertama, karena jumlah siswa UPBJJ lebih besar.
Kedua, ruang kelas UPBJJ jauh lebih sedikit.Ketiga, karena UPBJJ tidak perlu
menggaji sejumlah besar pengajar.Keempat, karena siswa UPBJJ tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk pemondokan.Kelima, karena siswa UPBJJ hanya
sekali-kali bepergian ke tutorial dan tempat ujian. Sedangkan Perbandingan
Biaya UPBJJ dengan Pendidikan Biasa
Bagi
program kejuruan dapat diambil perbandingan biaya ditinjau dari sudut bidang
latihan. Di Inggris, menurut Smith (1986): Karena julah siswa per program
melebihi 500 orang, biaya yang ditarik per siswa adalah $4-8 per jam; namun
biaya kehilangan waktu kerja karyawan adalah $15-20 per siswa per jam. Jadi ,
bagi siswa bekera yang mengikuti pendidikan biasa kita harus menambahkan biaya
kerugian pendapatan pada waktu meninggalkan tempat kerja terhadap biaya yang
harus dibayarkan pada sekolahnya. Dari sini, tampak adanya kuntungan apabila
menggunakan UPBJJ jauh dibandingkan dengan pendidikan biasa, karena dalam UPBJJ
siswa tidak perlu atau hanya sekali-kali meninggalkan kerja.
Produktivitas Pendidikan Jarak Jauh
Tidak diragukan lagi.
Bagaimana
dengan lulusan UPBJJ ?Apakah sisem UPBJJ yang dikenal hemat biaya itu
sama produktifnya dengan sistem pendidikan biasa ?. Sudah sering kita didengar
orang bahwa belajar dengan sistem UPBJJ sangat sulit, menantang, dan
membutuhkan motivasi yang besar.Lalu sebagian besar program UPBJJ menerima
siswa tanpa tes masuk. Dengan keadaan seperti itu tidak sulit membayangkan
bahwa yang berhasil menyelesaikan studi dalam UPBJJ proporsinya akan auh lebih
kecil daripada lembaga pendidikan biasa. Di Universitas Terbuka, lebih dari 80%
pada program-program DII dan S1 kependidikan, tetapi pada program non
kependidikan yang berhasil lulus S1 dalam waktu kurang dari 5 tahun hanya 0,5%,
yang berhasil lulus dalam 5-8 tahun hanya 25% dan yang lulus dalam waktu 8
tahun 30%. Selebihnya 50% keluar sendiri.
Jadi kesimpulannya ialah Pendidikan jarak jauh atau e-learning
merupakan suatu pola pendidikan alternatif yang bertujuan agar memungkinkan
pembelajaran terjadi kapan saja, dimana saja dengan menganut pendekatan
pendidikan terbuka. UPBJJ pun mengubah
paradigma berpikir tradisional bahwa pendidikan hanya dapat dilaksnakan oleh
guru didalam ruang kelas. Selama perjalanannya, karena karaktersitiknya yang
menuntut digunakannya teknologi telekomunikasi sebagai jembatan penghubung
antara peserta belajar dan pengajar, maka sejarah perkembangannya juga
dipengaruhi oleh perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi itu
sendiri.Pesatnya perkembangan teknologi juga meningkatkan kebutuhan akan
pendidikan profesional yang berkelanjutan. Perubahan orientasi pendidikan pada pendidikan yang
berkelanjutan ini melahirkan konsep pendidikan yang lebih terbuka yang dapat
mengakomodasi proses belajar sepanjang hayat dan bagi semua. Teknologi
informasi dan komunikasi yang kian berkembang merupakan salah satu prasarana
yang dapat meningkatkan intensitas interaksi dalam proses belajar jarak jauh. Munculnya UPBJJ ini juga
karena untuk mengatasi masalah pendidikan formal atau sekolah yakni, masih
banyaknya anak-anak yang tidak sekolah atau tidak mendapatkan pendidikan. Namun
juga dalam pelaksanaannya pun tak lepas dari beberapa keterbatasan dan
kendala juga.
Suparman, Atwi. 2004. Pendidikan Jarak Jauh Teori dan Praktek.
Jakarta: Universitas Terbuka.
Belawati, Tian. 2003. Penerapan e-learning dalam
pendidikan jarak jauh di Indonesia. Jakarta : Universitas Terbuka.
Budi Mulia, Samali T. 1989. Program Belajar Jarak Jauh
Pejabat Pemberian Kartu Kredit Sebagai Salah Satu Jawaban Terhadap Pemanfaatan
Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Universitas Terbuka.
Schramm, Wilbur. 1977. Big Media and Little Media.
Beverly Hills : Sage.
Motik, Indrayarti Swarna Dewi. 198. A Case Study of
The Tutorial Pogram at The Jakarta Regional Ofice of The Universitas Terbuka.
Syracuse, New York State: Stracuse University.
Hartanto,
A.A. dan Purbo, O.W. 2002.Teknologi E-Learning Berbasis PHP. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Keegan, D. 1986. The Foundation of Distance Education.
London : Croom Helm
Sudjana,
D. 2000. Strategi Pembelajaran. Bandung : Falah Production