Kamis, 04 Juni 2015

Makalah UPBJJ

UPBJJ-UT  SEBUAH  SOLUSI  ALTERNATIF ;   KULIAHNYA CALON GURU PROFESIONAL

Pertumbuhan penduduk yang meningkat dan perkembangan ekonomi serta teknologi, membawa dampak perubahan dalam pendidikan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.Contoh inovasi yang mengiringi perubahan tersebut adalah dengan dibukanya kelas internasional, dibukanya cabang institusi besar di beberapa negara, diversifikasi bidang ilmu yang diselenggarakan sesuai minat komunitas lokal, dan lain-lain.
Pendidikan merupakan salah satu faktor determinan kualitas SDM.Akses setiap guru untuk meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti perkuliahan di pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya karena pendidikan merupakan hak asasi warga negara. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan, mengadaptasi dan menyebarkan ilmu pengetahuan.Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) merupakan sistem yang menggabungkan konsep pendidikan terbuka dengan metode pendidikan secara jarak jauh.Konsep pendidikan terbuka (open education atau open learning). Dan UPBJJ merupakan inovasi komprehensif dalam sejarah modern pendidikan. Pada dasarnya merupakan suatu tujuan atau cita-cita kebijakan mengenai sistem pendidikan. Konsep ini menekankan pentingnya keluwesan sistem, terutama dalam meniadakan kendala tempat, waktu, dan aspek yang disebabkan oleh karakteristik mahasiswa seperti misalnya keadaan ekonomi (Bates, 1995).
Perkembangan pemikiran tentang UPBJJ sebagai alternatif metode pendidikan, perkembangan ideologi mengenai pentingnya interaksi dalam PJJ untuk menjamin kualitas pendidikan yang tinggi, serta pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat yang memungkinkan tercapainya suatu sistem pendidikan tanpa restriksi dan oleh karenanya menjadi lebih terbuka. Apapun bentuk program yang diselenggarakan, syarat utama agar program-program tersebut memenuhi kebutuhan/selera pasar adalah masalah ketersediaan dan kemudahan akses.Namun hal ini bukanlah tanpa kendala.Kendala terbesar adalah masalah biaya sebagai contoh pasar di suatu tempat membutuhkan adanya program studi tertentu misalnya teknologi informasi tetapi institusi pendidikan lokal tidak memiliki program tersebut. Biaya tinggi tersebut diakibatkan oleh komponen-komponen seperti Sumber Daya Manusia yang harus didatangkan dari daerah lain, sarana prasarana, penyerapan teknologi (melalui pelatihan-pelatihan dll), perawatan/operasional, dan lain-lain.Teknologi komunikasi yang semakin pesat dan murah dapat dijadikan salah satu alternatif solusi untuk memecahkan permasalahan di atas.Pada contoh di atas permasalahan dapat diatasi dengan pendidikan jarak jauh dengan mengurangi frekuensi tatap muka.Hal ini pernah dilakukan di Indonesia melalui Universitas Terbuka.

UPBJJ-UT   SEBAGAI  ALTERNATIF PENDIDIKAN
Perkembangan dunia ini telah menumbuhkan keperluan terhadap digunakannya pendekatan pendidikan lain disamping pendekatan konvensional tatap muka. Pendidikan lain itu adalah Unit Program Jarak Jauh  (UPBJJ) yang pada mulanya hanya dikenal dengan satu nama, yaitu pendidikan korespondensi. Pendidikan ini biasanya muncul sebagai hasil dari kebutuhan khusus yang berhubungan dengan pendidikan umum, pelatihan, pengembangan profesi,atau kebutuhan kelompok. Sasaran didik pendidikan korespondensi beragam menurut negara, lokasi, kebutuhan, dan jasa. Ada beberapa istilah yang selama ini digunakan didalam pendidikan korespondensi yaitu, belajar mandiri, pendidikan terbuka, UPBJJ, dan lain – lain. Bahasa tulisannya pada umumnya merupakan media yang paling sering digunakan. Beberapa mata pelajaran menggunakan buku, sedangkan mata pelajaran lain menggunakan kaset atau radio atau kombinasi dari buku dan kaset. Dalam sisitem UPBJJ terdapat beberapa subsistem penting seperti: pengembangan bahan ajar, reproduksi bahan ajar, distribusi, media komunikasi, pengujian, siswa, kegiatan instruksional, logistik dan jaminan kualitas
Sehingga sekarang PJJ telah berkembang dan dijadikan sebagai salah satu universitas bagi mahasiswa yang memiliki sebuah profesi.karena hal ini merupakan solusi alternative dalam pengertian kuliah tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai guru.

MENGAPA UPBJJ-UT SEBAGAI KULIAHNYA GURU PROFESIONAL
Beberapa ahli telah mencoba mendefinisikan PJJ menurut sudut pandang masing–masing. Menurut Wilbur Schramm (1981:1) PJJ ialah pengajaran jarak jauh menggunakan media komunikasi untuk memperluas kesempatan belajar diluar ruang kelas dan kampus, sehingga dimungkinkan terjadinya patungan keahlian mengajar secara lebih luas dibandingkan dengan apa yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah mana pun. Tiga tokoh lain ,Mackenzie, Postage, dan Schupham (1975:15). PJJ adalah suatu ide menciptakan kesempatan belajar bagi orang-orang yang terhalang untuk memasuki sekolah biasa, karena berbagai alasan seperi keterbatasan memperoleh pendidikan formal, keterbatasan lowongan tempat duduk, keterbatasan biaya, tinggal didaerah terpencil, bekerja dan kebutuhan lainnya.
Pengunaan bahan cetak merupakan unsur utama daam kebanyakan sistem UPBJJ, namun UPBJJ tidak boleh disamakan sebagai pendidikan surat – menyurat. Dalam dasawarsa terakhir UPBJJ J banyak menggunakan media instruksional seperti, radio, TV, pita video, telepon, dan komputer bersama-sama dengan bahan cetak. Dengan cara tersebut, UPBJJ dapat menggantikan dengan baik bagian terbesar pengajaran tatap muka konvensional. Bentuk UPBJJ lama yang masih bertahan hingga sekarang ialah pendidika dengan korepondensi yang sangat mengandalkan media cetak. Nekwenya (1984:203) mengemukakan 6 gambaran pokok UPBJJ yaitu:
1.      Adanya dua atau lebih pihak yang mengadakan kontak melalui sistem kendali jarak jauh.
2.      Adanya hubungan tatap muka satu-satu dengan siswa dalam bentuk bantuan, bimbingan, dan pelatihan individual.
3.      Adanya suatu komunikasi duaarah yang teroganisasi untuk menghubungkan dua tempat atau lebih yang berjauhan.
4.      Tidak didominasi oleh pengajaran tatap muka.
5.      Menggunakan aspek-aspek komunikasi, sosial, dan pedagogi.
6.      Menuntut disiplin diri yang tinggi dan kegiatansiswa yang maksimum untuk berhasil.

Dalam penerapannya dalam proses UPBJJ melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan non formal; 
1.      Penerapan UPBJJ bagi Pendidikan Nonformal
Jenis-jenis pendidikan nonformal yang ditawarkan melalui program jarak jauh benar-benar sangat luas dan membuat kesempatan yang leluasa bagi masyaraat untuk terus memperbaharui dan menambah pengetahuan dan ketrampilan sesuai minat dan kebutuhan hidupnya. UPBJJ merupakan jalan keluar yang dapat ditempuh daripada membangun lebih banyak lembaga pendidikan di daerah-daerah. UPBJJ sendiri mempunyai ciri bahwa guru dan siswa terpisah sehingga mengharuskan penggunaan media untuk memungkinkan proses belajar-mengajar tetap berlangsung.
2.      Penerapan UPBJJ bagi pendidikan formal
Dalam perkembangannya sampa saat ini lebih banyak lagi ragam program yan diajarkan dengan sistem UPBJJ, tidak hanya program yang bersifat pengetahuan kognitif tetapi juga program yang menghendaki pengembangan kemampuan kognitif tingkat tinggi dan keterampilan motorik pada tingkat sarjana maupun pasca sarjana. Ini semua menunjukkan bahwa UPBJJ mampu menawarkan program yang melibatkan praktik sebab konsep memang lebih dari sekedar konsep korespndensi.
Bahan ajar yang digunakan dalam UPBJJ adalah bahan ajar yang berkualitas yang meliputi :
a.       Jenis bahan ajar dapat dikembangkan
Pengajaran ketrampilan dapat terdiri dari atas dua bagian.Pertama adalah piringan dan pengajaran. Untk memberikan hal ini pita atau piringan video sangat penting meskipun mahal, cara belajar seperti ini membuat para siswa dapat meliht guru yang ia inginkan daripada harus menunggu sampai dapat bertatap muka. Kedua adalah perlunya siswa melakukan praktik. Hal ini yang sering dipandang sebagai kesulitan utama dalam suatu sistem UPBJJ yang diartikan secara sempit, yaitu terbatas pada korespondensi saja. Bahan ajar untuk UPBJJ, umpamanya ketiadaan seorang tutor dapat diatasi dengan sejumlah media antara lain: Siaran radio, televisi, kaset, piringan audio, piringan video, sisitem satelit, slides, komputer besar, pengajaran melalui telepon, teks jarak jauh, faks, dan kita percobaan rumah.
b.   Pencetakan Bahan Ajar
Pencetakan dapat dilakukan oleh lembaga sendiri,perusahaan yang dikontrak, perusahaan percetakan pemerintah atau peretakan swasta. Suatu paduan, keduanya juga akan menguntungkan. Bahan cetakan dengan rancangan, tata letak, halaman dan penggunaan gambar dan diagram yang baik sama pentingnya dengan penyajian program televisi.
Manajemen UPBJJ sangat berkualitas : pengelola diambil langsung berkaitan dengan manajemen pendidikan pemerintahan, ruang lingkup penanganannya meliputi:
Kebutuhan Manejemen Kualitas
Manajemen kualitas mengupayakan setiap kegiatan penyelenggaraan UPBJJ didasarkan atas perencanaan, pelaksanaan,monitoring dan evaluasi yang sistematik, menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjamin kualitas. Demikian pula, agar dapat menyelenggarakan program serta menyajikan kegiatan instruksional yang berkualitas, UPBJJ perlu direncanakan, dimonitor, dan evaluasi yang baik.Perencanaan UPBJJ meliputi tiga periode yaitu, periode perumusan konseptual, periode pengembangan dan periode pematangan. Manejemen kualitas UPBJJ dimulai dai perencanaan yang cermat, rinci dan sistematik.

Kualitas UPBJJ meliputi produk, proses, dan filsafat UPBJJ itu sendiri Kualitas produk meliputi, bahan ajar, jumlah lulusan, persentase kelulusan ujian, alumni yang mengikuti studi lanjut, alumni yang mendapatkan pekerjaan tau promosi. Kualitas proses meliputi, proses pembeljaran, bimbingan bagi peserta didik, konseling, koordinasi pengembangan bahan ajar, produksi bahan ujian, penjadwalan tutorial, distribusi bahan ajar dan penyiaran melalui media massa. Kualitas filsafat yang berkaitan dengan visi dan misi lembaga, kebijakan lembaga, budaya kerja, serta citra publik yang bersangkutan.Jaminan kualitas bukan suatu upaya untuk menciptakan kualitas, tetapi merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh, sistematik dan berkelanjutan.

Biaya Tidak Mahal
Masalah biaya pendidikan UPBJJ yang tidak mahal adalah salah satu alasan orang memilih UPBJJ adalah karena ingin menghemat biaya. Sedikitnya ada lima alasan yang membuat orang menduga seperti itu, pertama, karena jumlah siswa UPBJJ lebih besar. Kedua, ruang kelas UPBJJ jauh lebih sedikit.Ketiga, karena UPBJJ tidak perlu menggaji sejumlah besar pengajar.Keempat, karena siswa UPBJJ tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemondokan.Kelima, karena siswa UPBJJ hanya sekali-kali bepergian ke tutorial dan tempat ujian. Sedangkan Perbandingan Biaya UPBJJ dengan Pendidikan Biasa
Bagi program kejuruan dapat diambil perbandingan biaya ditinjau dari sudut bidang latihan. Di Inggris, menurut Smith (1986): Karena julah siswa per program melebihi 500 orang, biaya yang ditarik per siswa adalah $4-8 per jam; namun biaya kehilangan waktu kerja karyawan adalah $15-20 per siswa per jam. Jadi , bagi siswa bekera yang mengikuti pendidikan biasa kita harus menambahkan biaya kerugian pendapatan pada waktu meninggalkan tempat kerja terhadap biaya yang harus dibayarkan pada sekolahnya. Dari sini, tampak adanya kuntungan apabila menggunakan UPBJJ jauh dibandingkan dengan pendidikan biasa, karena dalam UPBJJ siswa tidak perlu atau hanya sekali-kali meninggalkan kerja.

Produktivitas Pendidikan Jarak Jauh Tidak diragukan lagi.
Bagaimana dengan lulusan UPBJJ ?Apakah  sisem UPBJJ yang dikenal hemat biaya itu sama produktifnya dengan sistem pendidikan biasa ?. Sudah sering kita didengar orang bahwa belajar dengan sistem UPBJJ sangat sulit, menantang, dan membutuhkan motivasi yang besar.Lalu sebagian besar program UPBJJ menerima siswa tanpa tes masuk. Dengan keadaan seperti itu tidak sulit membayangkan bahwa yang berhasil menyelesaikan studi dalam UPBJJ proporsinya akan auh lebih kecil daripada lembaga pendidikan biasa. Di Universitas Terbuka, lebih dari 80% pada program-program DII dan S1 kependidikan, tetapi pada program non kependidikan yang berhasil lulus S1 dalam waktu kurang dari 5 tahun hanya 0,5%, yang berhasil lulus dalam 5-8 tahun hanya 25% dan yang lulus dalam waktu 8 tahun 30%. Selebihnya 50% keluar sendiri.
Jadi kesimpulannya ialah Pendidikan jarak jauh atau e-learning merupakan suatu pola pendidikan alternatif yang bertujuan agar memungkinkan pembelajaran terjadi kapan saja, dimana saja dengan menganut pendekatan pendidikan terbuka. UPBJJ pun mengubah paradigma berpikir tradisional bahwa pendidikan hanya dapat dilaksnakan oleh guru didalam ruang kelas. Selama perjalanannya, karena karaktersitiknya yang menuntut digunakannya teknologi telekomunikasi sebagai jembatan penghubung antara peserta belajar dan pengajar, maka sejarah perkembangannya juga dipengaruhi oleh perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri.Pesatnya perkembangan teknologi juga meningkatkan kebutuhan akan pendidikan profesional yang berkelanjutan. Perubahan orientasi pendidikan pada pendidikan yang berkelanjutan ini melahirkan konsep pendidikan yang lebih terbuka yang dapat mengakomodasi proses belajar sepanjang hayat dan bagi semua. Teknologi informasi dan komunikasi yang kian berkembang merupakan salah satu prasarana yang dapat meningkatkan intensitas interaksi dalam proses belajar jarak jauh. Munculnya UPBJJ ini juga karena untuk mengatasi masalah pendidikan formal atau sekolah yakni, masih banyaknya anak-anak yang tidak sekolah atau tidak mendapatkan pendidikan. Namun juga dalam pelaksanaannya pun tak lepas dari beberapa keterbatasan dan  kendala juga.






Suparman, Atwi. 2004. Pendidikan Jarak Jauh Teori dan Praktek. Jakarta: Universitas Terbuka.
Belawati, Tian. 2003. Penerapan e-learning dalam pendidikan jarak jauh di Indonesia. Jakarta : Universitas Terbuka.
Budi Mulia, Samali T. 1989. Program Belajar Jarak Jauh Pejabat Pemberian Kartu Kredit Sebagai Salah Satu Jawaban Terhadap Pemanfaatan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Universitas Terbuka.
Schramm, Wilbur. 1977. Big Media and Little Media. Beverly Hills : Sage.
Motik, Indrayarti Swarna Dewi. 198. A Case Study of The Tutorial Pogram at The Jakarta Regional Ofice of The Universitas Terbuka. Syracuse, New York State: Stracuse University.
Hartanto, A.A. dan Purbo, O.W. 2002.Teknologi E-Learning Berbasis PHP. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Keegan, D. 1986. The Foundation of Distance Education. London : Croom Helm
Sudjana, D. 2000. Strategi Pembelajaran. Bandung : Falah Production














Tidak ada komentar:

Posting Komentar